Metromini Akan Jadi Sebuah Cerita Ibu Kota

Metromini Akan Jadi Sebuah Cerita Ibu KotaMetromini Akan Jadi Sebuah Cerita Ibu Kota –¬†Kendaraan umum menjadi sebuah hal penting sebagai angkutan untuk banyak orang. Semakin lama waktu maka lama kelamaan pun kendaraan tersebut akan usang di makan oleh zaman. Salah satunya adalah metromini. Model kendaraan dengan sebutuan ini hanya berlaku di jakarta saja bukan di daerah lain.

Untuk itu di jakarta memang dari waktu ke waktu akan terus melakukan peremajaan transportasi umum, maka ini masuk ke dalam program kerja. Pada tahun 2018 ini adalah masa berakhirnya beroperasinya si metromini ini. Kedepannya pemerintah daerah jakarta dan dinas perhubungan dki jakarta telah mengganti dengan minitrans. Bentuk dan ukuran pada dasarnya sama dengan metromini. Nantinya minitrans ini akan mengganti kerja dari metromini yang bisa menaikkan dan menurunkan penumpang di sepanjang jalan dan bisa berhenti di tempat yang telah di sediakan bila penumpang akan meneruskan menggunakan transjakarta. Selain itu akan terkoneksi juga dengan metrotrans. Ini memiliki ukuran yang lebih besar, panjang dan lebih banyak penumpang dan juga bisa menurunkan penumpang di jalan tanpa harus ketemu dengen koridor yang ada di depan.

Pada minitrans di dalamnya ada 17 kursi yang bisa di gunakan sehingga bisa menarik penumpang hingga 30 orang. Dalam metrotrans kondisi fisiknya jauh lebih lebar dan panjang sehingga bisa memuat kuarsi sebanyak 42 buah. Jumlah kapasitas daya angkut 3x lipat lebih besar dari minitrans.

Hal menarik dari minitrans adalah di dalamnya sudah di lengkapi dengan AC membuat penumpang tidak kepanasan bila terjadi macet di jalan, selain itu memakai tempat duduk yang nyaman dan empuk, menggunakan pembayaran elektronik dan ada tombol stop untuk memberi tahu kepada sopirnya. Pada metrotrans beberapa fasilitas yang diberikan seperti di dalam terdapat AC, menggunakan pembayaran non tunai, ada tombol stop untuk memberi info kepada driver ketika mau turun, selain itu bus sendiri bisa di buat rendah dengan tombol yang hanya bisa di tekan oleh sopirnya. Ini bisa di pakai bagi penyandang difabilitas yang mengunakan kursiroda atau orang yang sudah lanjut usia.

Pengoperasian dari mini trans sendiri tidak hanya di kelola oleh pemerintah kota dalam hal ini PT Trans Jakarta tetapi akan menggandeng pihak lain yang masuk dalam gabungan trans swadaya. Trans swadaya ini bisa jadi di ambil dari pengusaha yang dulunya memiliki usaha metromini. Sehingga dengan bergabung kembali akan memudahkan koordinasi satu pintu untuk menghapatkan angkutan transportasi yang bersistem.

Untuk warga jakarta mungkin ada beberapa orang yang sudah melihat beredarnya mobil tersebut atau malahan sudha mencobanya? Semoga dengan adanya fasilitas dari pemerintah tata kelola transportasi akan jauh lebih baik lagi kedepannya.

8

No Responses

Write a response