binatang wildebeest sapi hutan khas afrika

Binatang Wildebeest, Sapi Hutan Khas Afrika

Binatang Wildebeest sebenarnya adalah subspesies antelop, meski menyerupai banteng. Ada dua spesies Binatang Wildebeest yang diketahui, keduanya berasal dari Afrika dan orang Indonesia menganggapnya sebagai sapi hutan khas Afrika.

Bila terjadi perubahan musim di Afrika, Wildebeest harus bermigrasi ke selatan pada saat musim dingin, sehingga Wildebeest dapat terus merumput di tanah yang masih banyak rumputnya. Ribuan Wildebeest semuanya cenderung bermigrasi secara bersama-sama yang kadang menciptakan sebuah kerusuhan yang disebut stampede.

Binatang Wildebeest adalah sumber makanan utama bagi banyak mamalia besar di Afrika, yang sering memilih Wildebeest yang lebih lemah dan berada di bagian luar kawanan. Wildebeest umumnya tumbuh menjadi sekitar 1,5 tinggi namun relatif tidak berdaya melawan predator karnivora yang dominan seperti singa dan buaya.

Keunikan dari Wildebeest adalah mereka dapat merasakan badai petir yang jaraknya mencapai 30 mil dan binatang Wildebeest mengikuti hujan di seluruh Afrika yang dikenal sebagai migrasi besar. Perjalanan Wildebeest bisa mencapai sekitar 30 mil setiap hari dan sekitar 1.000 mil per tahun saat Wildebeest mengikuti hujan untuk menemukan rumput terbaik.

Saat anak binatang Wildebeest lahir, mereka seringkali bisa bertahan dalam hitungan menit dan Wildebeest muda ini segera bisa berlari-lari dan segera belajar tentang pentingnya perlindungan dalam banyaknya jumlah kawanan. Ketika Wildebeest bermigrasi di sekitar benua Afrika, Wildebeest muda selalu berada sangat dekat dengan Wildebeest induk karena mudah bagi Wildebeest muda untuk tersesat saat ada begitu banyak Wildebeest yang bepergian bersama atau menjadi mangsa bila tiba-tiba dia tersesat keluar dari kawanan.

Wildebeest menghuni dataran besar di padang rumput Afrika dimana ada banyak makanan untuk dimakan. Wildebeest adalah hewan herbivora yang memakan rumput-rumputan, daun dan tunas.

Binatang Wildebeest hidup bersama dalam kelompok besar untuk saling melindungi, apabila mereka sendiri, Wildebeest tidak berdaya dan karena itu mereka rentan di padang gurun Afrika. Ketika bahaya terlihat, Wildebeest memperingatkan masing-masing mengeluarkan seruan dengan mengerang dan kemudian berlari bersama-sama menciptakan sebuah penyerbuan. Hal itu membuat mereka mudah melarikan diri dari pemangsa yang mendekat dan juga untuk mengintimidasi mereka.

8

No Responses

Write a response